Rabu, 15 Mei 2013
Konsep Dasar Bimbingan
Dan Konseling Keluarga
Adapun konsep dasar dari pelayanan
konseling keluarga adalah untuk membantu keluarga menjadi bahagia dan sejahtera
dalam mencapai kehidupan efektif sehari-hari. Konseling keluarga merupakan
suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai kondisi
psikologis yang serasi atau seimbang sehingga semua anggota keluarga
bahagia.Ikatan
bathin merupakan ikatan yang bersifat psikologis.
Tujuan Umum
Tujuan umum dari konseling keluarga
pada hakikatnya merupakan layanan yang bersifat profesional yang bertujuan
untuk mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut:
1. Membantu
anggota keluarga belajar dan memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil
pengaruh hubungan antar anggota keluarga.
2. Membantu
anggota keluarga dapat menerima kenyataan bahwa bila salah satu anggota
keluarga mengalami masalah, dia akan dapat memberikan pengaruh, baik pada
persepsi, harapan, maupun interaksi dengan anggota keluarga yang lain.
3. Upaya
melaksanakan konseling keluarga kepada anggota keluarga dapat mengupayakan
tumbuh dan berkembang suatu keseimbangan dalam kehidupan berumah tangga.
4. Mengembangkan
rasa penghargaan diri dari seluruh anggota keluarga kepada anggota keluarga
yang lain.
5. Membantu
anggota keluarga mencapai kesehatan fisik agar fungsi keluarga menjadi
maksimal.
Tujuan Khusus
Tujuan
khusus konseling keluarga adalah sebagai berikut
1. Untuk
meningkatkan toleransi dan dorongan anggota – anggota keluarga terhadap cara –
cara yang istimewa atau keunggulan anggota – anggota lain.
2. Mengembangkan
toleransi terhadap anggota –anggota keluarga yang mengalami frustasi / kecewa,
konflik, dan rasa sedih yang terjadi karena faktor sistem keluarga atau diluar
sistem keluarga.
3. Mengembangkan
motif dan potensi – potensi setiap anggota keluarga dengan cara
mendorong,memberi semangat, dan mengingatkan anggota tersebut.
4. Mengembangkan
keberhasilan persepsi diri orang tua secara realistik dan sesuai dengan anggota
– anggota lain.
Tahapan Bk Keluarga
1. Tahap Awal.
2. Tahap Inti (Tahap Kerja)
3. Akhir (Tahap Tindakan)
Konselor Keluarga
Agar
mampu mewujudkan tujuan konseling keluarga, maka seorang konselor keluarga
hendaknya memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Memiliki
kemampuan berfikir cerdas, berwawasan yang luas, serta komunikasi yang tangkas
dengan penerapan moral yang laras dengan penerapan teknik-teknik konseling yang
tangkas
2. Etika
professional, yakni kemampuan memahami dan bertindak sesuai dengan
kaidah-kaidah pelayanan konseling yang dipadukan dalam hubungan pelayanan
konseling terhadap anggota keluarga
3. Terlatih
dan terampil dalam melaksanakan konseling keluarga
4. Mampu
menampilkan ciri-ciri karakter dan kepribadian untuk menangani interaksi yang
kompleks pasangan yang sedang konflik dan mendapatkan latihan untuk memiliki
keterampilan khusus.
5. Memiliki
pengetahuan yang logis tentang hakikat keluarga den kehidupan berkeluarga.
6. Memiliki
jiwa yang terbuka dan fleksibel dalam melaksanakan konseling keluarga.
7. Harus
obyektif setiap saat dalam menelaah dan menganalisa masalah.
1)
Teknik
Umum Dan Khusus Dalam Konseling Keluarga
A.
Tekhnik Umum
·
Perilaku attending
Perilaku
attending yang baik dapat meningkatkan harga diri klien,menciptakan suasana
yang nyaman dan mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas
·
Eksplorasi
Teknik
untuk menggugah perasaan.pikiran,dan pengalaman klien.hal ini penting di
lakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin,menutup diri,atau tidak
mampu mengemukakan pendapatnya
·
Menangkap pesan
(paraphrasing)
Teknik
untuk menyatakan kembali inti ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan
utama klien,mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana
·
Pertanyaan terbuka
Teknik
memancing klien agar mau berbicara mengungkapakan perasaan,pengalaman dan
pemikirannya
·
Empati
Kemampuan
konselor untuk merasakan apa yang di rasakan oleh klien merasa dan berfikir
bersama klien
·
Refleksi
Teknik
utntuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan dan pengalaman sebagai
hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non-verbal
B.
Tekhnik khusus
Teknik
teknik khusus yang di kembangkan dari berbagai pendekatan konseling seperti
pendekatan behaviorisme,rasional emotif,latihan asertif,pembentukan perilaku
model,permainan dialog dan bermain peran.
C.
Peran
konselor Dalam Konseling Keluarga
Peran
konselor dalam membantu klien dalam konseling keluarga yaitu :
·
Konseor menolak
pembuatan penilaian dan membantu menjadi congruence dalam respon-respon anggota
kelompok
·
Konselor berperan
menjadi “facilitative a confortable”,membantu kien melihat secara jelas dan
objektif dirinya dan tindakan-tindakan sendiri
·
Membelajarkan klien
untuk berbuat secara dewasa untuk bertanggung jawab
·
Konselor menjadi
penengah dari pertentangan
D.
Keterampilan-keterampilan
Yang Perlu Di kuasai Dalam Konselinhg Keluarga
·
Keterampilan mendengar
Untuk
memperoleh informasi yang di katakan oleh klien
·
Keterampiln membina
hubungan yang baik
Dapat
dilakukan dengan menjalin kerja sama menunjukan tanda perhatian dan memberika
respon positif berupa pujian,dukungan
·
Bertanya efektif
Menggunakan
intonasi suara yang menunjukan perhatian,menggunakan kata-kata yang mudah di
pahami klien,mengajukan pertanyaan satu persatu dan menunggu jawaban dengan
penuh perhatian
·
Pengamatan dan
penafsiran
Pengamatan
adalah berbagai tingkah laku yang biasa di dengar,ssedangkan
penafsiran/interprestasi adalah kesan yang kita berikan pada apa yang kita
lihat dan di dengar
·
Kemampuan bertanya
Mengajukan
pertanyaan kepada klien untuk memperoleh informasi baik dari klien maupun
keluarga
Keterampilan
dasar yang umum di gunakan konselor dalam melakukan proses konseling yaitu :
·
Opening
Pada
awal pertemuan konseling,konselor membuka pertemuan dengan menciptakan rapport
(hubungan yang erat antara konselor dengan klien)menerima dengan tulus.
·
Lead
Mengarahkan/memimpin dalam kegiatan
konseling
·
Resurance
Konselor
mendukung apa yang di katakan klien,dengan kata klien konselor dapat memberikan
penguatan kepada klien
·
Advice
Keterampilan
ini merupakan keterampilan memberi nasehat kepada klien agar klien menjadi
jelas,lebih tenang apa yang hendak ia lakukan
·
Confrontation
Keterampila
yang di gunakan untuk menujukan kesenjangan yang membuat klien menjadi tidak berkembang.Konselor
menghadapi klien yang plin-plan,tidak konsisten
Pengertian Bimbingan Kelompok
Menurut Prayino (1995: 61) bimbingan kelompok diartikan sebagai upaya untuk membimbing kelompok-kelompok siswa agar kelompok itu menjadi besar, kuat, dan mandiri.
Sedangkan Sukardi (2002: 48) menjelaskan bahwa: Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh bahan dari nara sumber tertentu (terutama guru pembimbing atau konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupan sehari-hari baik individu sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat serta untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan.
Tujuan Layanan Bimbingan Kelompok
Prayitno (2004: 2) menjelaskan tujuan bimbingan kelompok,adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Umum
Tujuan umum kegiatan bimbingan kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan komunikasi peserta layanan.
2. Tujuan Khusus
Secara khusus, bimbingan kelompok bertujuan untuk membahas topik-topik tertentu yang mengandung permasalahan aktual (hangat) dan menjadi perhatian peserta.
Komponen Layanan Bimbingan Kelompok
Prayitno (2004: 4) menjelaskan bahwa dalam bimbingan kelompok berperan dua pihak, yaitu pemimpin kelompok dan peserta atau anggota kelompok.
1. Pemimpin Kelompok
Pemimpin kelompok (PK) adalah konselor yang terlatih dan berwenang menyelenggarakan praktik konseling profesional. Sebagaimana untuk jenis layanan konseling lainya, konselor memiliki keterampilan khusus menyelenggarakan bimbingan kelompok
2. Anggota Kelompok
Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan kelompok. Untuk terselenggaranya bimbingan kelompok seorang konselor perlu membnetuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
- Dinamika Kelompok
Jenis-jenis Bimbingan Kelompok
Menurut Prayitno (1995:25) dalam penyelenggaraan bimbingan kelompok dikenal dua jenis, yaitu kelompok bebas dan kelompok tugas, adapun uraianya sebagai berikut:
- Topik tugas, yaitu topik yang secara langsung dikemukakan oleh pemimpin kelompok (guru pembimbing) dan ditugaskan kepada seluruh anggota kelompok untuk bersama-sama membahasnya.
- Topik bebas, yaitu anggota secara bebas mengemukakan permasalahan yang dihadapi/ yang sedang dirasakannya kemudian dibahas satu persatu.
Kegiatan bimbingan kelompok berlangsung dalam beberapa tahap. Prayitno (1995: 40-60) mengemukakan bahwa ada empat tahap yang perlu dilalui dalam pelaksanaan bimbingan kelompok yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran.
Rabu, 08 Mei 2013
Permusuhan antara
Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Franco. Siapa Franco ini?
Dia adalah seorang Jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol
pada tahun 1930-an. Barcelona, sampai sekarang, adalah ibukota dari
Provinsi Catalonia, yang sebagian besar penduduknya adalah dari suku bangsa Catalan dan Basque.
Sejak dulu, orang-orang Catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah penjajahan Spanyol. Oleh karena itu, setiap laga El-Clasico pendukung Barca terlihat kerap membawa benderanya sendiri, bukan bendera Spanyol.
Sejak dulu, orang-orang Catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah penjajahan Spanyol. Oleh karena itu, setiap laga El-Clasico pendukung Barca terlihat kerap membawa benderanya sendiri, bukan bendera Spanyol.
Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. FC
Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar
orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna
biru dan merah marun Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami
dari warna merah dan kuning (bendera) Catalonia.
Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suol, Presiden Barcelona
waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom
dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan
sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika
para pemain Barcelona diinstruksikan (dibawah ancaman militer) untuk
kalah dari Real Madrid.
| Franco |
Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub anti-franco dan menjadi
simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum, terhadap
Spanyol. Ada juga klub-klub lain di Catalonia seperti Athletic Bilbao
dan Espanyol. Athletic Bilbao sampai saat ini tetap pada idealismenya
untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi
prestasi tidak sementereng Barcelona.
Demikian juga dengan Espanyol. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, FC Real Madrid. Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!.
Demikian juga dengan Espanyol. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, FC Real Madrid. Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!.
Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.
Pada tahun 50-an dan 60-an, Barca memang tertutup oleh kejayaan Real
Madrid yang waktu itu diperkuat Ferenc Puskas, Di Stefano, dsb. Sebagai
anak emas Franco sejak tahun 1930-an, Real Madrid memang selalu memiliki
sumber dana besar untuk belanja pemain. Barcelona sendiri, pada 2
dasawarsa tersebut hanya bisa memenangi 4 kali liga spanyol, 2 kali
piala raja, dan satu kali piala Inter City Honest (yang kemudian menjadi
UEFA Cup).
Bersama kompatriotnya, Johan Neeskens, mereka langsung membawa Barcelona
memenangi gelar liga spanyol (setelah sebelumnya 14 tahun puasa gelar),
dan dalam prosesnya tahun itu sempat mengalahkan Real Madrid di kandang
Madrid sendiri dengan skor 5-0 (!).
Selanjutnya, permusuhan itu terus ada, meskipun tidak sesengit pada
tahun-tahun awalnya, sampai sekarang. Bisa dibilang, rivalitas saat ini
sudah lebih sportif dan berjalan dengan lebih sehat. Tapi permusuhan
yang sejak dulu telah begitu mengakar menjadikan duel diantara keduanya
selalu menjanjikan sesuatu yang spesial.
Inilah mengapa duel antara Barcelona dengan Real Madrid yang terjadi setidaknya 2 kali setiap tahunnya (di liga Spanyol) disebut dengan el classico, karena memang menyajikan satu duel klasik dengan sejarah panjang terbentang dibelakangnya.
Inilah mengapa duel antara Barcelona dengan Real Madrid yang terjadi setidaknya 2 kali setiap tahunnya (di liga Spanyol) disebut dengan el classico, karena memang menyajikan satu duel klasik dengan sejarah panjang terbentang dibelakangnya.
Meski berulang setiap tahun, akan tetapi saking monumentalnya duel ini
membuat Johan Cruyff dan Bobby Robson ketika menjadi pelatih Barcelona
pada era akhir 1980-an sampai akhir 1990-an sampai mengibaratkan el
classico sebagai sebuah perang, bukan sekedar pertandingan sepak bola.
Baik pelatih Real Madrid maupun pelatih Barcelona ketika menghadapi el classico akan merasa seperti membawa sepasukan 'serdadu' perang, bukan sebuah 'kesebelasan' sepak bola, karena begitu besarnya kehormatan yang dipertaruhkan.
Baik pelatih Real Madrid maupun pelatih Barcelona ketika menghadapi el classico akan merasa seperti membawa sepasukan 'serdadu' perang, bukan sebuah 'kesebelasan' sepak bola, karena begitu besarnya kehormatan yang dipertaruhkan.
Demikian juga pertaruhan bagi pelatih, karena ketika dia diangkat
sebagai pelatih seolah sudah ada beban yang diberikan oleh klub:
"Anda boleh kalah dari siapa saja di liga ini, tapi JANGAN sampai kalah dari Real Madrid...!!
Meski begitu di dalam lapangan, peperangan ini sepanjang sejarahnya
selalu berlangsung dalam sportifitas yang tinggi, karena sportifitas pun
merupakan satu bentuk kehormatan yang harus dijaga. Ini soal nama baik.
Transfer pemain adalah salah satu bentuk perang di luar lapangan. Dalam
hal ini, perpindahan pemain dari Barcelona ke Real Madrid (maupun
sebaliknya) akan dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatans Figo
mungkin adalah salah seorang yang paling mengerti mengenai hal ini.
Direkrut oleh Barcelona pada tahun 1996, pemain Portugal yang kala itu bukan siapa-siapaa tersebut kemudian menemui masa-masa jayanya. Barcelona memberinya peranan signifikan sebagai sayap kanan tim, dan bersama Rivaldo membawa Barcelona berjaya pada akhir tahun 1990an.
Direkrut oleh Barcelona pada tahun 1996, pemain Portugal yang kala itu bukan siapa-siapaa tersebut kemudian menemui masa-masa jayanya. Barcelona memberinya peranan signifikan sebagai sayap kanan tim, dan bersama Rivaldo membawa Barcelona berjaya pada akhir tahun 1990an.
Akan tetapi, pada tahun 2001, dunia tersentak ketika Figo menerima
tawaran Real Madrid dengan iming-iming gaji dua kali lipat dan nilai
transfer yang ketika itu menjadi rekor pembelian termahal seorang pemain
sepak bola.
Nilai itu melebihi batas klausul transfer Figo, sehingga Barcelona harus menerima tawaran tersebut berdasarkan aturan Bosman. Meski begitu, transfer itu tetap tidak akan terjadi seandainya Figo secara pribadi tidak menerima tawaran Real Madrid. Toh akhirnya Figo berkhianat.
Dalam duel el classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp (kandang Barcelona), Figo menerima sambutan monumental yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup.
Nilai itu melebihi batas klausul transfer Figo, sehingga Barcelona harus menerima tawaran tersebut berdasarkan aturan Bosman. Meski begitu, transfer itu tetap tidak akan terjadi seandainya Figo secara pribadi tidak menerima tawaran Real Madrid. Toh akhirnya Figo berkhianat.
Dalam duel el classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp (kandang Barcelona), Figo menerima sambutan monumental yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup.
Seorang pendukung Barcelona di tengah-tengah pertandingan berhasil
menerobos pagar petugas keamanan, sambil memakai bendera Barcelona
sebagai jubah, kemudian berlari ke arah Figo membawa sebuah hadiah
istimewa, yakni:
Sebuah kepala babi, lengkap dengan darah masih menetes dari lehernya. Ia kemudian melemparkan bendera Barcelona dan kepala babi itu ke arah Figo.
Figo sendiri hanya terdiam menunduk beberapa saat, lalu berjalan
menjauh. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu, karena ia tahu
kepala babi itu adalah simbol keserakahan dan pengkhianatan.
Dalam hal prestasi, Real Madrid memang masih di atas Barcelona. Jarak prestasi itu terjadi terutama pada tahun 1950-1970an, ketika Real Madrid menjadi anak emas Franco dan memiliki kekuatan finansial jauh diatas Barcelona untuk membeli bintang-bintang sepakbola nan bersinar dari seluruh dunia dan tradisi itu masih berlanjut hingga sekarang
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
-
2013
(10)
-
Mei(10)
- 12 Cara Menghilangkan Stress
- Tipe-Tipe Dosen Dan Cara Menghadapinya
- Tips Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru
- Cara Menghilangkan Rasa Sakit Hati Karena Cinta
- 4 Cara sukses di masa muda
- Generasi Muda Harus Bisa Hidup Mandiri!
- Cara Belajar Yg Baik
- BIMBINGAN DAN KONSELING KELUARGA
- Layanan Bimbingan Kelompok
- sejarah el clasico
-
Mei(10)
About Me
- Unknown
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2013
(10)
-
▼
Mei
(10)
- 12 Cara Menghilangkan Stress
- Tipe-Tipe Dosen Dan Cara Menghadapinya
- Tips Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru
- Cara Menghilangkan Rasa Sakit Hati Karena Cinta
- 4 Cara sukses di masa muda
- Generasi Muda Harus Bisa Hidup Mandiri!
- Cara Belajar Yg Baik
- BIMBINGAN DAN KONSELING KELUARGA
- Layanan Bimbingan Kelompok
- sejarah el clasico
-
▼
Mei
(10)





